Jumat, 04 Juni 2010

TUJUH

Tujuh lonceng masih berdentang
Mengantar kepergian sang bunga
Yang layu dan gugur
Dalam penutup berhias bunga putih
Memantulkan pucatnya wajah yang telah pergi
Sang bunga benar – benar menghilang
Dalam setiap langkah teka – tekinya
Tujuh jam berdetik di atas perapian
Berdetik semakin keras
Mengancam setiap insane yang terbangun
Biarkan tujuh lonceng terus berdentang
Mengiringi akhir lagu sang bunga
Biarkan tujuh jam terus berdetik
Menandakan malam yang tak pernah pergi
Biarkan nomor tujuh mengangkat tangannya perlahan
Mencoba melepas pengikat topengnya
Yang menghilangkan warna sang bunga
Sekarang sang bunga telah terlelap
Tak akan pernah lagi dia terjaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar